Ada dua kata sederhana yang sering banget kita ucapkan tanpa sadar:
“Nanti aja.”
Kedengarannya sepele, tapi dua kata itu bisa mengubah arah hidup. Kita bilang “nanti aja” waktu mau mulai tugas, waktu mau olahraga, waktu mau ngubah hidup. Dan tanpa sadar, semua “nanti” itu menumpuk jadi “terlambat.”
Aku menulis buku ini bukan karena aku sudah ahli melawan prokrastinasi. Justru karena aku juga pernah (dan kadang masih) jadi penunda kelas berat. Aku tahu rasanya duduk di depan layar, tahu harusnya mulai, tapi nggak juga bergerak. Rasanya bukan malas, tapi seperti ada tembok tak kasat mata antara niat dan aksi.
Dunia sekarang nggak bantu juga.
Kita hidup di era notifikasi tanpa henti, di mana fokus jadi barang langka. Setiap kali mau mulai, ada aja distraksi yang datang: pesan baru, video lucu, atau pikiran “ah, nanti aja.” Kita dikelilingi hal-hal yang membuat menunda terasa aman.







Reviews
There are no reviews yet.